Efisiensi Energi Dalam Rancangan Bangunan
1.Pengaruh Iklim Tropis
Karena negara kita beriklim tropis yang berada di sepanjang garis
khatulistiwa 15˚LU dan 15˚LS.Ditinjau dari sudut pandang
energi,keuntungannya tidak membutuhkan penghangat layaknya di iklim sub
tropis.Melimpahnya sinar matahari dan angin jika dikelola akan
mendapatkan manfaat yang besar.
2.Pengaruh Kualitas Lingkungan
Lingkungan sekitar bangunan seperti;udara,air,dan tanah juga harus d
perhatikan sebagai rancangan energi.Jika udara sudah tercemar maka
tidak lagi dapat di andalkan sebagai penghjawaan alami.
3.Pengaruh Arah Hadap Bangunan
Arah hadap bangunan yang efektif adalah tidak mengarah langsung ke
arah sinar matahari,jadi arah bangunan yang bagus itu mengarah ke
selatan-utara dengan memperhatikan intensitas sinar matahari yang
mengarah sudut bangunan
CIVIL Engineering_PATI
Senin, 13 Januari 2014
Minggu, 12 Januari 2014
MANFAAT KOTORAN AYAM
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM :
PERODUKSI
BATU BATA DARI KOTORAN AYAM
BIDANG
KEGIATAN
PKM
KEWIRAUSAHAAN (PKM-K)
Diusulkan Oleh:
Eko Puji Wahyudi (30201303452)/2013
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN
AGUNG
SEMARANG
2013
HALAMAN
PENGESAHAN
USUL PROGRAM
KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : PEMANFAATAN KOTORAN AYAM
SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEBUATAN BATU BATA
2. Bidang Kegiatan : PKM-Kewirausahaan
3. Bidang ilmu : ( ) Kesehatan ( )
Pertanian
( )
MIPA ( )
Teknologi Rekayasa
( )
Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( )
Pendidikan
4. Pelaksana
Kegiatan
a. Nama
Lengkap : FAHRUL ANAM
b. NIM :
30201303461
c. Fakultas : Teknik/Teknik Sipil
d. Universitas : Universitas Islam Sultan Agung
Alamat Rumah/Telp./fax. : Desa Banget ,Kec.Kaliwungu, Rt/Rw.01/02. Kab. Kudus
f. Alamat
email : fahrulanam02@gmail.com
5. Anggota
Pelaksana Kegiatan : 3 orang
7. Biaya Kegiatan
Total
a.
Dikti :
Rp. 10.000.000,-
b.
Sumber Lain : -
8. Jangka Waktu Pelaksana
: 3 bulan
Kudus, 26 September 2013
Rektor
Universitas Islam Sultan Agung
Menyetujui :
Pembantu Dekan III FT Unissula Ketua Pelaksana Kegiatan,
Ir. Rachmat Mudiyono, MT., Ph.D. FAHRUL
ANAM
NIK : 210293018 NIM : 30201303461
Prof. Laode M.Kamaludin, M.Sc., M.Eng.
NIDN : 0317084904
A.
JUDUL PROGRAM
” PEMANFAATAN KOTORAN AYAM, PENGENDALIAN LIMBAH KOTORAN AYAM
B.
LATAR BELAKANG MASALAH
Sebagai seorang insan yang beriman dan bertakwa maka sudah
menjadi kewajiban bagi kita semua untuk mencari rezeki dengan tangan kita
sendiri, dan islam yang menjadi landasan perjuangan kita dalam menjalani hidup
ini. Sebagai mana firman Allah SWT “ Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
dan kami jadikan malam sebagai pakain, dan kami jadikan siang untuk mencari
penghidupan “ (Q.S. An Naba’ : 9-11). Rasulullah SAW pun bersabda “ Tiada
seorang makan makana yang lebih baik, kecuali hasil usahanya sendiri. Dan Nabi Allah SWT Dawud As juga
makan dari hasil tangannya sendiri “ (H.R. Bukhori).
Batu Bata merupakan salah satu bahan
material sebagai bahan pembuat dinding yang terbuat dari adonan tanah liat yang
kemudian dicetak persegi panjang dengan ukuran yang sudah di tentukan kemudian
di bakar hingga kemerah-merahan. Saat ini kebutuhan batu bata untuk bangunan
semakin meningkat sedangkan kebutuhan akan bahan baku pembuatan batu bata
tersebut sudah berkurang karena banyaknya produsen batu bata yang
mengeksploitasi tanah secara besar-besaran tanpa memikirkan dampak yang terjadi
beberapa waktu kedepan.
Berangkat dari kesadaran tersebut
maka kami berinisiatif untuk memproduksi batu bata yang berbahan dasar campuran
dari tanah liat dan kotoran ayam sehingga kebutuhan akan bahan baku pembuatan batu bata yaitu tanah
liat dapat di minimalisir. Melihat dari data yang ada bahwa jumlah kotoran ayam kering yang
dihasilkan di Indonesia mencapai sekitar 5,9 Juta ton per tahun, Kebanyakan
kotoran itu hanya dibuang tanpa di manfaatkan sehingga mengotori lingkungan. Kami tertarik untuk memproduksi batu bata
berbahan dasar campuran kotoran ayam ini kami peroleh dari penelitian Syammahfuz Chazali, Alumnus
Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, yang memenangkan
kompetisi Business Plan tingkat dunia yang bertema Global Social Venture
Competition (GSVC) Tahun 2009.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang
diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana menumbuhkan kreativitas berwirausaha dengan menciptakan peluang bisnis penjualan batu bata
berbahan campuran kotoran yang berorientasi profit?
2. Bagaimanakah proses pembuatan batu
bata dengan campuran kotoran ayam?
3. Bagaimana menciptakan lapangan kerja baru bagi
masyarakat sekitar ?
D.
TUJUAN PROGRAM
Tujuan yang hendak dicapai dari
program kewiarausahaan ini adalah :
1. Membuat batu bata dengan menggunakan
campuran kotoran ayam, yang mungkin jarang ditemui di masyarakat, yaitu kotoran ayam.
2. Memberi pilihan produk unik yang
murah dan berkualitas kepada konsumen .
3.
Membudayakan
jiwa kewirausahaan pada para mahasiswa.
4.
Mengurangi
eksploitasi tanah secara besar-besaran.
5.
Memanfaatkan sekaligus mengurangi limbah peternakan kotoran sapi
kering yang jumlahnya menurut data yang ada 5,9 juta ton per tahun
E.
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang
diharapkan dari pelaksanaan program kreativitas mahasiswa kewirausahaan ini
adalah :
1. Melatih kreatifitas bagi para pengangguran.
2. Terciptanya batu bata dengan berbagai variasi
bahan pembentuk yang digunakan.
3. Meningkatkan daya kreativitas dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru.
F.
KEGUNAAN PROGRAM
Kegunaan program
kewirausahaan ini adalah sebagai berikut :
1. Panduan mahasiswa
dan masyarakat untuk membuka peluang usaha baru.
2. Memberikan wawasan
dan pengetahuan baru bagi mahasiswa tentang pemanfaatan kotoran ayam selain
digunakan sebagai pupuk kandang.
3. Memberikan sumbangan
pemikiran bagi masyarakat.
4. Mengurangi
pencemaran lingkungan akan limbah kotoran ayam kering dan eksploitasi tanah
secara besar-besaran.
G.
GAMBARAN UMUM RENCANA
USAHA
1.
Jenis dan Kelayakan Produk, Karakteristik Produk
Produk yang dibuat dalam program ini adalah pemanfaatan kotoran ayam sebagai
bahan campuran pembuatan batu bata dengan nama produk
”BATU BATA BERBAHAN CAMPURAN KOTORAN AYAM”. Karakteristik produk ini berupa produk nyata dengan
berbagai ukuran. Selain itu batu bata ini mempunyai keunggulan yaitu
lebih kuat 20% dari batu bata pada umumnya dan lebih ringan dari batu bata
biasa, harganyapun lebih terjangkau.
2.
Keunggulan
Produk
Produk Batu Bata ini memiliki keunggulan bila dibandingkan poduk batu bata pada
umumnya di pasaran.
Batu Bata ini dapat digunakan dalam pembangunan
jenis apapun yang menggunakan bahan material batu bata merah, dari pembangunan
kecil maupun besar. Batu Bata ini memiliki kualitas yang baik yaitu 20% lebih
kuat dari batu bata pada umumnya serta bahan bakunya
tidak meruginakn bagi
lingkungan daerah pemproduksi batu bata.. Selain itu produk
ini juga sekaligus mengurangi limbah peternakan yaitu kotoran ayam yang
menurut data yang ada berjumlah 5,9 juta ton per tahun.
3.
Keterkaitan
dengan Produk Lain Termasuk Perolehan Bahan Baku
Batu Bata dalam pembangunan dan pemasarannya Memang sudah banyak beredar dan beragam bentuknya di pasaran. Namun BATU BATA KOTORAN
AYAM ini berbeda dengan
yang lain, yang membedakannya adalah bahan baku yang
dipakai serta kualitas yang dihasilkan tidak lebih buruk dari batu bata pada umumnya. BATU BATA KOTORAN AYAM ini terbuat dari campuran kotoran ayam. Produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan dan kreativitas
pembuatnya yaitu Syammahfuz Chazali,
Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, bahwa batu
bata yang berbahan dasar campuran kotoran ayam ini memiliki bobot yang lebih
ringan dan lebih kuat serta harga yang terjangkau. Batu Bata juga mudah diperoleh dengan biaya yang murah juga.
4.
Analisis Pasar
a.
Profil
Konsumen
Target
konsumen dari produk ”Batu Bata Kotoran ayam” adalah semua jenis pembangunan dalam
masyarakat menggunakan Batu Bata Merah ini..
b.
Potensi
dan Segmen Pasar
Konsumen
atau pasar yang dituju untuk produk ini Pengembangan produk
kedepan untuk produk batu bata dari kotoran sa ini sdikit sulit mengingat
adanya pesaing baru yang bisa lebih berkembang dari pada perusahaan kami tetapi
yang perlu dikembangkan dan dipertahankan adalah kualitas dari produk ini
sehingga pelanggan yang telah kami miliki masih tetap jadi pelanggan kami.
c.
Pesaing dan Peluang Pasar
Pesaing
dari usaha ini adalah pemproduksi batu bata biasa yang sudah mempunyai
nama sebelumnya. Namun karena produk ini
unik dan belum banyak beredar dipasar maka menjadi keunggulan produk ini. Sehingga memiliki potensi
yang besar untuk laku di pasaran.
5.
Media
Promosi yang Digunakan
Dalam melakukan
promosi dapat ditempuh dengan berbagai cara, namun secara garis besar promosi
dapat di bedakan menjadi dua hal yaitu Above The Line (ATL) dan Below The Line
(BTL).
Promosi ATL
adalah promosi yang mengguanakan media cetak dan media elektronik misaknya
iklan di TV, Radio dan Koran. Sementara itu promosi BTL adalah proimosi yang
biasanya langsung bersentuhan dengan konsumen misalnya adalah sponsorship
didalam event-event tertentu dan lain sebagainya. Untuk prodak batu bata
tletong media promosi yang tepat sebenarnya adalah promosi didalam event-event
tertentu.
H.
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Pelaksanaan program usaha pembuatan Batu Bata Berbahan
Campuran Kotoran ayam ini terdiri
dari tiga tahap yaitu : Persiapan produksi, produksi Batu Bata Kotorasn ayam
dan pemasaran Batu
Bata Kotoran ayam.
1. Persiapan produksi
Sebelum memproduksi Batu Bata Kotoran ayam ini, langkah awal yang perlu dilakukan
adalah persiapan produksi. Dalam persiapan produksi ini terdapat
kegiatan-kegiatan yang harus diutamakan yaitu persiapan alat, persiapan bahan, sumber daya
manusia mengingat produk batu bata ini sebagian besar bahkan seluruhnya
dikerjakan secara manual.
2. Tahap produksi
Tahapan produksi
sandal ini adalah sebagai berikut:
·
Siapkan
lahan area produksi pembuatan batu bata
·
Siapkan tanah
sebagai bahan dasar pembuatan batu bata
·
Siapkan
kotoran ayam kering sebagai bahan
campuran pembuatan batu bata
· Semua bahan bahan pembentuk batu bata di atas
dicampur jadi satu dengan takaran yg ditentukan dan dicampur dengan air, di
olah secara manual
· Semua bahan baku tercampur secara merata kemudain
dicetak secara manual menggunakan kayu/papan yang sudah di bentuk sesaui ukuran
batu bata pada umunya dan pencetakanya langsung diletakan pada posisi batu bata
akan dijemur supaya tidak memindah-mindah batu bata yang baru dicetak tersebut.
· Jemur batu bata yang baru selesai dicetak sampe
kering langsung dibawah sinar matahari.
· Batu bata yang sudah kering di pindah dan di tata
di area pembakaran dengan posisi penataan sesuai seperti penataan batu bata
pada umunya apabila akan dilakukan proses pembakan.
· Batu bata yang sudah tertata kemudian dibakar
dengan menggunakan kayu bakar dan sekam supaya pembakaran merata.
3.
Pemasaran
Setelah proses produksi selesai, maka langkah selanjutnya adalah pemasaran.
Target konsumen dari produk ini adalah masyarakat dari berbagai kalangan, baik
masyarakat dari kalangan ekonomi tinggi maupun menengah ke bawah karena
harganya relatif terjangkau.
4. Penetuan
Merek
Penentuan Merek atau
prodak dapat dilakukan berdasarkan nama generik dari prodak tersebut, label ini
sebenarnya justru yang menjadi penguat citra dari produk tersebut. Masyarakat
akan lebih mengenal label dari pada hanya nama generiknya saja. Dengan demikian
dalam membuat batu bata dari kotoran ayam ini kita tidak boleh memberi nama
hanya batu bata begitu saja. Namun harus ada label tertentu dimana label ini
menjadi faktor pembeda dari produk lainya yang sejenis. Nama untuk produk yang
kami buat adalah Batu Bata Kotoran
ayam.
5.
Distribusi atau Tempat Penjualan
Tempat penjualan produk
batu bata tletong ini hendaknya dipilih tempat yang strategis, dekat dengan
trafic yang padat dan bahan baku dari produk ini dan jumlah populasi orang
disekitar tempat penjualan padat. karena dengan pemilihan tempat yang tepat
maka orang yang tadinya belum tau keberadaan produk kami akan dengan segera
tahu, dengan demikian faktor manusia
yang biasanya suka mencoba hal-hal baru akan timbul.
6.
Studi Hasil Penjualan
Untuk melihat apakah
penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.
Target penjulan ini bisa ditentukan tiap
hari, tiap minggu, ataupun tiap bulan. Toleransi untuk mengukur apakah
penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam
prosentase, misalnya saja apabila penjualan dibawah 65 % maka kita anggap gagal
namun demikian pada tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis
mengungat produk yang kita jual ini masih relatif baru sehingga belum banyak
konsumen yang tau.
I.
JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Kegiatan ini
dilaksanakan selama 3 bulan, adapun rincian jadwal kegiatan adalah sebagai
berikut :
NO
|
Kegiatan
|
Bulan ke
|
||
1
|
2
|
3
|
||
1
|
Perencnaan produksi
|
XXXX
|
||
2
|
Persiapan dan pengadaan bahan
|
XX
|
XX
|
|
3
|
Pelaksanaan produksi
|
XXX
|
X
|
|
4
|
Pemasaran
|
XX
|
XX
|
|
5
|
Penyusunan laporan
|
XXXX
|
||
6
|
Penyerahan laporan akhir
|
XXXX
|
||
J. RANCANGAN BIAYA
1. Rekapitulasi
Biaya
Tabel Rekapitulasi Biaya
NO
|
Jenis Pengeluaran
|
Jumlah
|
1.
|
Investasi Usaha
|
Rp 2.987.500,-
|
2.
|
Dokumentasi
|
Rp 300.000,-
|
3.
|
Transportasi
|
Rp 1.000.000,-
|
4.
|
Penyusunan
Laporan
|
Rp 465.000,-
|
5.
|
Lain-lain
|
Rp 200.000,-
|
2.
Rincian Pengeluaran
Investasi yang diperlukan:
1. Sewa tempat usaha Rp.
2.500.000,-
2. Kotoran
sapi 2 kubik Rp. 150.000,-
3. Tanah
liat 4 kubik Rp.
250.000,-
4. Alat
Cetak Rp.
50.000,-
5. Sekam 15
karung Rp. 37.500,-
Jumlah Investasi yang diperlukan Rp. 2.987.500,-
Dokumentasi
1. Sewa Kamera Digital Rp. 150.000,-
2. Pindah data ke CD Rp. 50.000,-
3.
Cetak Rp. 100.000,-
Jumlah Rp. 300.000,-
Transportasi & Komunikasi
1. Pra Kegiatan Rp. 100.000,-
2. Pelaksanaan Kegiatan Rp. 500.000,-
3. Komunikasi Rp. 200.000,-
4. Pasca
Kegiatan Rp. 200.000,-
Jumlah Rp. 1.000.000,-
Penyusunan
Laporan
1. Kertas A4
3 @ Rp 30.000,- Rp. 90.000,-
2. Tinta
Printer 3 @ Rp 25.000,- Rp. 75.000,-
3. Penggandaan Rp. 150.000,-
4. Pengarsipan Rp. 100.000,-
5. Copy CD Rp. 50.000,-
Jumlah Rp. 465.000,-
Lain – lain Rp. 200.000,-
Total Pengeluaran Rp. 4.952.500,-
Langganan:
Postingan (Atom)
